<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yustina Boymau &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/yustina-boymau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2021 10:47:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Yustina Boymau &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Enam Belas Tahun Bersama Disabilitas, Guru Honor ini Serukan Stop Diskriminasi</title>
		<link>https://kabar-independen.com/pendidikan/enam-belas-tahun-bersama-disabilitas-guru-honor-ini-serukan-stop-diskriminasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 14:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BRSPDRW Efata Naibonat]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Penyandang disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Yustina Boymau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=196</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Enam belas tahun lamanya atau tepatnya sejak tahun 2005 selalu bersama anak...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/pendidikan/enam-belas-tahun-bersama-disabilitas-guru-honor-ini-serukan-stop-diskriminasi/">Enam Belas Tahun Bersama Disabilitas, Guru Honor ini Serukan Stop Diskriminasi</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Enam belas tahun lamanya atau tepatnya sejak tahun 2005 selalu bersama anak &#8211; anak penyandang disabilitas, mengajar dan bahkan mendampingi mereka mengharumkan nama Provinsi NTT ditingkat nasional.</p>
<p>Tahun 2019 pada ajang olimpiade paralimpic di Jakarta, atlet disabilitas dari NTT berhasil meraih 8 medali emas, 6 medali perak dan 7 medali perunggu, bahkan NTT menduduki peringkat 8 Nasional perolehan medali.</p>
<p>Prestasi ini kemudian membuka mata banyak orang terutama para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas. Yustina A. Boymau, S.Pd seorang guru honor di sekolah inklusif SD Inpres Lili Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang &#8211; NTT sejak tahun 2005 serukan stop diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas. Semua orang adalah Ciptaan Tuhan dan karena itu tidak boleh lagi ada diskriminasi. Sekolah inklusif SD Inpres Lili adalah salah satu lembaga pendidikan yang menerima siswi penyandang disabilitas.</p>
<p>Yustina A. Boymau, S.Pd, pekan kemarin  via pesan WhatsApp mengatakan, stigma negatif masih sering dialamatkan pada para penyandang disabilitas baik diruang privat maupun diruang publik termasuk  diantaranya kebijakan pemerintah yang sering tidak melindungi hak &#8211; hak mereka.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/pendidikan/enam-belas-tahun-bersama-disabilitas-guru-honor-ini-serukan-stop-diskriminasi/">Enam Belas Tahun Bersama Disabilitas, Guru Honor ini Serukan Stop Diskriminasi</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Guru Honorer, Abdikan Diri Bagi Penyandang Disabilitas</title>
		<link>https://kabar-independen.com/pendidikan/kisah-seorang-guru-honorer-abdikan-diri-bagi-penyandang-disabilitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2021 02:20:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BRSPDRW Efata Naibonat]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Yustina Boymau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Termasuk juga para guru yang mengajar...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/pendidikan/kisah-seorang-guru-honorer-abdikan-diri-bagi-penyandang-disabilitas/">Kisah Seorang Guru Honorer, Abdikan Diri Bagi Penyandang Disabilitas</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Termasuk juga para guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk  penyandang disabilitas.</p>
<p>Yustina A. Boymau, S.Pd, seorang guru honorer adalah salah satu orang yang mengabdikan dirinya dan tulus mengajar penyandang disabilitas di Balai Rehabilitasi Sensorik Penyandang Disabilitas Rungu Wicara (BRSPDRW) &#8220;Efata&#8221; Naibonat.</p>
<figure id="attachment_153" aria-describedby="caption-attachment-153" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-153" src="https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2021/03/IMG-20210302-WA0069-300x225.jpg" alt="IMG 20210302 WA0069" width="300" height="225" title="Kisah Seorang Guru Honorer, Abdikan Diri Bagi Penyandang Disabilitas 1"><figcaption id="caption-attachment-153" class="wp-caption-text">Yustina A. Boymau (berdiri) saat mengajar anak &#8211; anak difabel di BRSPDRW Efata Naibonat</figcaption></figure>
<p>Yustina A. Boymau, S.Pd disela &#8211; sela KBM, Selasa (02/03/2021) mengaku sudah menjadi guru honor sejak tahun 2005 di SDI Lili, Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang &#8211; NTT.</p>
<p>Sebagai guru yang mengabdikan diri juga bagi penyandang disabilitas ejak tahun 2014, Yustina A. Boymau mengaku banyak cerita suka dan duka dialaminya.</p>
<p>Sebagai guru yang tidak memiliki basic pendidikan disabilitas, ia merasa kesulitan pertama kali mengajar. Namun panggilan jiwa untuk melayani membuat dirinya terus belajar dan berlatih walaupun secara autodidak.</p>
<p>&#8220;saya berusaha secara autodidak, berusaha belajar dan berlatih terus dan Puji Tuhan sampai dengan saat ini saya bisa melatih mereka untuk dapat baca dan tulis. Memang awalnya agak sulit tapi segalah sesuatu dilakukan dengan niat yang baik pasti ada hasilnya,&#8221;Kata Yustina.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/pendidikan/kisah-seorang-guru-honorer-abdikan-diri-bagi-penyandang-disabilitas/">Kisah Seorang Guru Honorer, Abdikan Diri Bagi Penyandang Disabilitas</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
