<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pencabulan &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/pencabulan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Feb 2025 23:56:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Pencabulan &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Oknum ASN di Kabupaten Kupang Terpidana Kasus Pencabulan Masih Menerima Gaji, Indikasi Ada Peran Ordal</title>
		<link>https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/oknum-asn-di-kabupaten-kupang-terpidana-kasus-pencabulan-masih-menerima-gaji-indikasi-ada-peran-ordal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Feb 2025 23:56:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Asusila]]></category>
		<category><![CDATA[BKPSDM Kab Kpg]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[MA]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=7663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Di Kabupaten Kupang-NTT terdapat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) jadi terpidana kasus...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/oknum-asn-di-kabupaten-kupang-terpidana-kasus-pencabulan-masih-menerima-gaji-indikasi-ada-peran-ordal/">Oknum ASN di Kabupaten Kupang Terpidana Kasus Pencabulan Masih Menerima Gaji, Indikasi Ada Peran Ordal</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Di Kabupaten Kupang-NTT terdapat oknum Aparatur Sipil Negara (<a href="http://kabar-independen.com/tag/asn">ASN</a>) jadi terpidana kasus pencabulan terhadap anak, namun yang bersangkutan hingga saat ini masih aktif dan bahkan masih menerima <a href="http://kabar-independen.com/tag/gaji">gaji</a> secara utuh</p>
<p>Herson Aseriel Pinat oknum ASN yang diketahui mengabdi sebagai guru disalah satu sekolah dasar di Kecamatan Takari ini masih bebas menikmati gaji walaupun dirinya sudah mendekam dalam penjara berdasarkan keputusan <a href="http://kabar-independen.com/tag/inkrah">inkrah</a>.</p>
<p>Informasi yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber terpercaya yang enggan namanya dipublikasi menyebutkan, oknum tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan <a href="http://kabar-independen.com/tag/kekerasan">kekerasan</a>, memaksa anak untuk melakukan persetubuhan.</p>
<p>Walaupun yang bersangkutan sempat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung nanum ditolak. Mahkamah Agung malah mengatakan putusan tingkat banding.</p>
<p>Sumber menjelaskan, walau sang oknum ASN sudah mendekam dalam penjara di Lapas Penfui, namun pada tahun 2021 yang bersangkutan masih menerima kenaikan pangkat III/b. Kemudahan yang diperoleh oknum ASN terpidana kasus <a href="http://kabar-independen.com/tag/asusila">asusila</a> ini diduga kuat ada peran orang dalam (<a href="http://kabar-independen.com/tag/ordal">Ordal</a>) di BKPSDM Kabupaten Kupang.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melalui Yorhans Liu selaku Kabid Penilaian Kinerja Aparatus dan Penghargaan saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (12/02) mengaku belum memperoleh laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tempat ASN ini bernaung.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/oknum-asn-di-kabupaten-kupang-terpidana-kasus-pencabulan-masih-menerima-gaji-indikasi-ada-peran-ordal/">Oknum ASN di Kabupaten Kupang Terpidana Kasus Pencabulan Masih Menerima Gaji, Indikasi Ada Peran Ordal</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ceceran Darah di Lantai Ruang Kelas UPTD SD GMIT Oemofa, Kepala Sekolah Mengaku Resah</title>
		<link>https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/ceceran-darah-di-lantai-ruang-kelas-uptd-sd-gmit-oemofa-kepala-sekolah-mengaku-resah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 07:11:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Aparat kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[Darah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Oemofa]]></category>
		<category><![CDATA[UPTD SD GMIT Oemofa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=6793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Ditemukan ceceran darah segar dilantai ruang kelas UPTD SD GMIT Oemofa Kecamatan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/ceceran-darah-di-lantai-ruang-kelas-uptd-sd-gmit-oemofa-kepala-sekolah-mengaku-resah/">Ceceran Darah di Lantai Ruang Kelas UPTD SD GMIT Oemofa, Kepala Sekolah Mengaku Resah</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Ditemukan ceceran <a href="http://kabar-independen.com/tag/darah">darah segar</a> dilantai ruang kelas UPTD SD GMIT Oemofa Kecamatan Ambai Oefeto Timur, Kabupaten Kupang-NTT.</p>
<p>Kepala <a href="http://kabar-independen.com/tag/uptd-sd-gmit-oemofa">UPTD SD GMIT Oemofa</a> Sepriana Riwu Kore, Rabu (14/08) diruang kerjanya mengaku resah dengan ditemukannya bercak darah berceceran di lantai sekolahnya.</p>
<p>Temuan bercak darah yang diduga kuat darah manusia cukup menghebohkan seluruh staf pengajar dan murid-muridnya. Mendapat laporan itu, dirinya bergegas menuju ruang kelas untuk memastikan apa yang dilaporkan oleh muridnya.</p>
<p>Kepada media ini, Sepriana menceritakan kronologi penemuan darah segar dalam ruang kelas 1 yang menghebohkan seluruh guru dan murid. Saat murid-murid hendak masuk ke kelas sekitar pukul 08.00 WITA.</p>
<p>&#8220;ketika pintu dibuka ditemukan banyak bercak darah di lantai ruang kelas.<br />
Sontak para siswa pun berlari sambil berteriak ke arah ruang guru guna menyampaikan apa yang mereka temukan,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Mendapat laporan dari para murid, dirinya bergegas pergi memastikan laporan itu dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat Kepolisian <a href="http://kabar-independen.com/tag/polsek-oemofa">Polsek Oemofa</a>.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/hukum-kriminal/ceceran-darah-di-lantai-ruang-kelas-uptd-sd-gmit-oemofa-kepala-sekolah-mengaku-resah/">Ceceran Darah di Lantai Ruang Kelas UPTD SD GMIT Oemofa, Kepala Sekolah Mengaku Resah</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
