<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Tuapanaf &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/desa-tuapanaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 May 2026 05:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Desa Tuapanaf &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Bumi dikeruk, Pengusaha Semakin Kaya Sementara Rakyat Nikmati Lumpur dan Debu. Potret Eksplorasi Galian C di Takari.</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/hasil-bumi-dikeruk-pengusaha-semakin-kaya-sementara-rakyat-nikmati-lumpur-dan-debu-potret-eksplorasi-galian-c-di-takari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 05:10:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Benu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tuapanaf]]></category>
		<category><![CDATA[Galian C]]></category>
		<category><![CDATA[Niskolen]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Taipan]]></category>
		<category><![CDATA[Takari]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=8390</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, KI &#8211; Hasil bumi berupa pasir, kerikil dan batu melimpah di Kecamatan Takari. Pertambangan...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/hasil-bumi-dikeruk-pengusaha-semakin-kaya-sementara-rakyat-nikmati-lumpur-dan-debu-potret-eksplorasi-galian-c-di-takari/">Hasil Bumi dikeruk, Pengusaha Semakin Kaya Sementara Rakyat Nikmati Lumpur dan Debu. Potret Eksplorasi Galian C di Takari.</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, KI &#8211;</strong> Hasil bumi berupa pasir, kerikil dan batu melimpah di Kecamatan Takari. Pertambangan <a href="http://kabar-independen.com/tag/mineral-bukan-logam-dan-batuan">Mineral Bukan Logam dan Batuan</a> (MBLB) ini menjadi surganya para <a href="http://kabar-independen.com/tag/taipan">taipan</a>. Dengan mengeruk hasil bumi ternyata telah membuat pengusaha semakin kaya sedangkan rakyat hanyalah penikmat lumpur dan debu.</p>
<p>Penelusuran media langsung ke lokasi tambang pada Sabtu (09/05), ditemukan bahwa khususnya di Dusun <a href="http://kabar-independen.com/tag/niskolen">Niskolen</a> Desa Tuapanaf Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang-NTT, terdapat lebih dari dua pengusaha tambang yang memiliki ijin usaha <a href="http://kabar-independen.com/tag/produksi">produksi</a> dan sedang beroperasi dilokasi tersebut.</p>
<p>Hendak menuju lokasi tambang di Dusun Niskolen, jarak yang harus ditempuh kurang lebih sejauh 10 kilometer dengan kondisi jalan yang berbatu dan berdebu.</p>
<p>Memasuki lokasi tambang yang dikuasai oleh pengusaha tertentu, ditemukan tumpukan kerikil sisa pencucian pasir dalam jumlah yang diperkirakan mencapai ribuan bahkan jutaan meter kubik sengaja dibuang disepanjang kali.</p>
<p>Tumpukan kerikil diketahui merupakan sisa washing and screening dimana pasir disemprot dengan air bertekanan tinggi sambil disaring menggunakan vibrating screen (ayakan getar) untuk memisahkan ukuran butiran sekaligus meluruhkan lumpur.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/hasil-bumi-dikeruk-pengusaha-semakin-kaya-sementara-rakyat-nikmati-lumpur-dan-debu-potret-eksplorasi-galian-c-di-takari/">Hasil Bumi dikeruk, Pengusaha Semakin Kaya Sementara Rakyat Nikmati Lumpur dan Debu. Potret Eksplorasi Galian C di Takari.</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Pekan Lalu, Jalan Bokong-Lelogama Terancam Longsor</title>
		<link>https://kabar-independen.com/daerah/banjir-pekan-lalu-jalan-bokong-lelogama-terancam-longsor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 12:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tuapanaf]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Takari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=7626</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oelamasi, KI &#8211; Hujan deras pekan lalu yang berakibat terjadi banjir bandang dibeberapa tempat membuat...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/banjir-pekan-lalu-jalan-bokong-lelogama-terancam-longsor/">Banjir Pekan Lalu, Jalan Bokong-Lelogama Terancam Longsor</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oelamasi, KI &#8211;</strong> Hujan deras pekan lalu yang berakibat terjadi banjir bandang dibeberapa tempat membuat fasilitas umum rusak parah.</p>
<p>Salah satunya yaitu jalan Bokong-Lelogama tepatnya di kilometer 11 di RT. 001/RW.01 Dusun I Bijaesahan Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang-NTT.</p>
<p>Kepala Desa Tuapanaf Ave Agustinus Ndun, Rabu (05/02) melalui pesan WhatsApp menyebutkan, banjir yang terjadi pekan lalu membuat jalan poros Bokong-Lelogama Terancam Longsor.</p>
<p>Dijelaskannya, banjir merusak tembok penahan tebing sungai kecil dekat bahu jalan. Jarak antara bahu jalan dengan longsoran bibir sungai kian dekat sekitar setengah meter.</p>
<figure id="attachment_7627" aria-describedby="caption-attachment-7627" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7627" src="https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2025/02/GridArt_20250206_201024802.jpg" alt="GridArt 20250206 201024802" width="640" height="360" title="Banjir Pekan Lalu, Jalan Bokong-Lelogama Terancam Longsor 1" srcset="https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2025/02/GridArt_20250206_201024802.jpg 640w, https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2025/02/GridArt_20250206_201024802-400x225.jpg 400w, https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2025/02/GridArt_20250206_201024802-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-7627" class="wp-caption-text">Kondisi terkini jalan Bokong-Lelogama Kilometer 11</figcaption></figure>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/daerah/banjir-pekan-lalu-jalan-bokong-lelogama-terancam-longsor/">Banjir Pekan Lalu, Jalan Bokong-Lelogama Terancam Longsor</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
