<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Amelia Q &#8211; Kabar Independen</title>
	<atom:link href="https://kabar-independen.com/tag/amelia-q/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<description>kritis,tajam &#38; berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Aug 2025 10:35:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2024/05/cropped-512-100x100.png</url>
	<title>Amelia Q &#8211; Kabar Independen</title>
	<link>https://kabar-independen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MELEPASMU TANPA DENDAM</title>
		<link>https://kabar-independen.com/cerpen/melepasmu-tanpa-dendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2025 10:35:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=8164</guid>

					<description><![CDATA[<p>By. Amelia Q Dear mantan hatiku… Masalalu tentang kisah kita adalah sebagian cerita hatiku yang...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/melepasmu-tanpa-dendam/">MELEPASMU TANPA DENDAM</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>By. Amelia Q</strong></p>
<p>Dear mantan hatiku…</p>
<p>Masalalu tentang kisah kita adalah sebagian cerita hatiku yang telah ku tepis. Maafkan aku melupakanmu, bukannya aku membencimu tapi aku ingin kau tahu bahwa tak ada yang <a href="http://kabar-independen.com/tag/abadi">abadi</a> untuk apapun didunia ini, juga tentang cinta. Karena sebesar apapun perasaan cinta itu kelak akan terhapus, dan sedalam apapun hati mencintai, pada saatnya perasaan itu akan mengambang dan terseret ombak ketepian dan akan  menjadi jejak-jejak langkah yang tersapu hilang.</p>
<p>Mantan hatiku…</p>
<p>Aku ingin katakan kalau waktu telah merubah segalanya, dan bila dalam perjalananmu entah dalam sendirimu ataukah bersama yang lain masih ada hatimu yang merindukanku, dan kau menyesali kesalahanmu dan berharap memperbaiki semuanya bersamaku seperti dulu,  Maka maafkan aku karena untuk kembali ke masa itu dan memulai kembali cerita cinta bersamamu lagi butuh keikhlasan hatiku.</p>
<p>Karena sejujurnya luka hatiku dimasa lalu bersamamu meninggalkan kepedihan yang mendalam. dan setelah waktu menemaniku melalui kepedihan dan menyembuhkan luka itu, kini jauh di lubuk hatiku pun tak ada lagi ruang untuk menerimamu kembali.</p>
<p>Meskipun kau berjuang untuk mengembalikan kepercayaanku dan masa-masa indah dulu, namun maafkan aku karena aku tak bisa lagi memberikan tempat yang terindah dihatiku untukmu.</p>
<p>Dear kamu mantan hatiku…</p>
<p>Jika kelak kita dipertemukan kembali anggaplah bahwa yang pernah terjadi di masa lalu itu adalah kebodohanku, karena mencintai cinta yang salah. Jika dimasa depan kita berdiri dijalan yang sama, jangan pertanyakan perasaan itu lagi karena waktu telah meredam semua rasa sayangku padamu.</p>
<p>Jalan yang kita pijak bersama hanyalah bagian dari kisah hidup yang harus kita lewati sampai akhir, akupun menemukan orang yang tepat untuk menjadi tempat perhentianku dari jalan panjang yang telah ku susuri dalam melupakan <a href="http://kabar-independen.com/tag/cinta">cinta</a> tak bersyarat ku yang pernah ku pertaruhkan untukmu.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/melepasmu-tanpa-dendam/">MELEPASMU TANPA DENDAM</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ego Hampir Membunuh Rasa!</title>
		<link>https://kabar-independen.com/cerpen/ego-hampir-membunuh-rasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 03:35:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Ego]]></category>
		<category><![CDATA[Egois]]></category>
		<category><![CDATA[Membunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=7403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karya : Amelia Q Sejak sekian lama hubungan kasih ini kita jalin, banyak hal –hal...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/ego-hampir-membunuh-rasa/">Ego Hampir Membunuh Rasa!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Karya : Amelia Q</strong></p>
<p>Sejak sekian lama hubungan kasih ini kita jalin, banyak hal –hal kecil selalu memicu kesalahpahaman hingga sering terjadi pertengkaran yang membuat kita berpikir untuk mengakhiri segalanya. Ego kita membutakan hati nurani dan meredam gejolak cinta yang pernah tersulut di dalam hati dan pikiran kita.</p>
<p>Seringkali kesalahpahaman juga pertengkaran terjadi, akal kita masih mencari jalan keluar menemukan titik temu agar hubungan kita tetap bertahan dan lebih baik. Kita terus berusaha agar menjadikan pertengkaran ini sebagai pelangi yang memperindah jalinan kasih kita.</p>
<p>Namun, ego dalam diri dan ketidakdewasaan kita menerima kekurangan masing-masing terus memicu api pertengkaran bahkan semakin hari semakin tak terkendali hingga ego kita menyeret kita untuk menyerah pada hubungan yang tak lagi bermuara pada kebaikan karena hilangnya rasa saling percaya diantara kita hingga hal-hal sepele menjadi masalah berat yang tak pernah berakhir.</p>
<p>Perselisihan, pertengkaran selalu saja mewarnai kebersamaan kita. Cinta yang dulu menyatukan kita berganti dengan amarah yang memaksa hati kita saling menjauh tanpa mengakhiri jalinan kasih diantara kita.</p>
<p>Kita mulai berkutat dengan ego dan hidup masing-masing. Kita merasa asing satu sama lain dan meskipun hubungan telah terjalin begitu lama tetap saja tak juga membantu kita menemukan kembali rindu dihati kita, bahkan tanpa kita sadari ada hal terbaik dalam hubungan kita yang pernah menjadi bagian terindah mulai memudar dari hubungan kita karena ego.</p>
<p>Sesungguhnya tanpa kita sadari juga sebenarnya perasaan cinta kita semakin kuat karena perbedaan dan pertengkaran namun lagi-lagi ego menjadi alasan yang membutakan mata hati kita melihat dan merasakan cinta yang terselubung dalam perbedaan.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/ego-hampir-membunuh-rasa/">Ego Hampir Membunuh Rasa!</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Natalku dan Setumpuk Rindu Untuk Malaikat tak Bersayap</title>
		<link>https://kabar-independen.com/cerpen/natalku-dan-setumpuk-rindu-untuk-malaikat-tak-bersayap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 06:57:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Amelia Q]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=7289</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karya  Amelia Q Desember hadir lagi dan disini di tempatku berpijak aku masih sama seperti...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/natalku-dan-setumpuk-rindu-untuk-malaikat-tak-bersayap/">Natalku dan Setumpuk Rindu Untuk Malaikat tak Bersayap</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Karya  Amelia Q</strong></p>
<p>Desember hadir lagi dan disini di tempatku berpijak aku masih sama seperti hari-hari kemarin, melewati hidup ini seorang diri.</p>
<p>Disaat Desember tiba selalu mengingatkanku pada seseorang yang hingga detik ini rinduku padanya tak pernah memudar, bahkan karena rindu ini aku berharap dapat memutar waktu kembali ke masa itu saat sosoknya masih nyata dalam pandanganku.</p>
<p>Ya, masa itu adalah masa-masa kecilku yang indah. Kala itu, aku masih tertawa bahagia menyambut sukacita natal bersama sosok perempuan tangguh yang memiliki hati bagaikan malaikat. Perempuan yang selalu memberikan senyum dan kasih sayang yang tulus meskipun lelah dan peluh menjadi bagian dari hari-harinya. Sosok perempuan yang kasih sayangnya tanpa pamrih yang selalu ikhlas menjadi payung dan rumah bagi kami anak-anaknya berteduh dan berlindung dari kerasnya kehidupan dunia.</p>
<p>Bulan Desember, tahun ini di hari NATAL yang penuh kasih, lagi-lagi aku tak merasakan kebahagiaan. Natalku selalu kelabu dan tak berwarna meskipun aku berusaha menyerahkan kegundahan hatiku sepenuhnya pada Sang Khalik namun tetap saja ada kehampaan disudut hati ini.</p>
<p>Ya, hati yang selalu hampa karena rinduku pada malaikat tak bersayap yang telah berbahagia di surga. Selalu ada rindu yang meradang saat teringat akan dirinya. Aku selau menangis ketika desember hadir karena aku tahu lagi-lagi aku harus melewati natal yang indah tanpa memeluk dirinya.</p>
<p>Memeluk raga sosok perempuan yang aku panggil MAMA. Ma..aku rindu teramat rindu padamu. Bertahun-tahun perasaan ini menyiksaku. Bertahun-tahun rindu ini aku pendam. Bertahun-tahun aku melewati hariku dengan kisah hidupku yang harus bertahan seorang diri menghadapi kerasnya kehidupan. Setumpuk rinduku padamu mengharuskan aku untuk tegar, meskipun sesungguhnya aku lelah menyimpan kesedihanku seorang diri.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/natalku-dan-setumpuk-rindu-untuk-malaikat-tak-bersayap/">Natalku dan Setumpuk Rindu Untuk Malaikat tak Bersayap</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MELEPAS MU TANPA DENDAM</title>
		<link>https://kabar-independen.com/cerpen/melepas-mu-tanpa-dendam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[kabar-independen.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2021 00:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen Amelia Q]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Melepas mu tanpa dendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabar-independen.com/?p=1258</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dear mantan hatiku…. Masa lalu tentang kisah kita adalah sebagian cerita hatiku yang telah ku...</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/melepas-mu-tanpa-dendam/">MELEPAS MU TANPA DENDAM</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_1256" aria-describedby="caption-attachment-1256" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-1256" src="https://kabar-independen.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210725-WA0001-150x150.jpg" alt="IMG 20210725 WA0001" width="150" height="150" title="MELEPAS MU TANPA DENDAM 1"><figcaption id="caption-attachment-1256" class="wp-caption-text">Amelia Q</figcaption></figure>
<p>Dear mantan hatiku….</p>
<p>Masa lalu tentang kisah kita adalah sebagian cerita hatiku yang telah ku tepis. Maafkan aku melupakanmu, bukannya aku membencimu tapi aku ingin kau tahu bahwa tak ada yang abadi untuk apapun di dunia ini. Juga tentang cinta.</p>
<p>Sebesar apapun perasaan cinta itu kelak akan terhapus, dan sedalam apapun hati mencintai pada saatnya perasaan itu akan mengambang dan terseret ombak ke tepian dan akan menjadi jejak-jejak langkah yang tersapu hilang.</p>
<p>Mantan hatiku…</p>
<p>Aku ingin katakan kalau waktu telah merubah segalanya. Dan bila dalam perjalananmu, entah dalam sendiri mu atau bersama yang lain masih ada hatimu yang merindukan aku dan kau menyesali kesalahanmu dan berharap memperbaiki semuanya bersamaku seperti dulu, maka maafkan aku karena untuk kembali ke masa itu dan memulai kembali cerita cinta bersamamu lagi butuh keikhlasan hatiku karena sejujurnya luka hatiku dimasa lalu bersamamu meninggalkan kepedihan yang mendalam.</p>
<p>Dan setelah waktu menemaniku melalui kepedihan dan menyembuhkan luka itu, kini jauh di lubuk hatiku pun tak ada lagi ruang untuk menerimamu kembali. Meskipun kau berjuang untuk mengembalikan kepercayaan ku dan masa-masa indah dulu, namun maafkan aku karena aku tak bisa lagi memberikan tempat yang terindah di hatiku untukmu.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com/cerpen/melepas-mu-tanpa-dendam/">MELEPAS MU TANPA DENDAM</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://kabar-independen.com">Kabar Independen</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
