KPH Yudhonagoro, PhD Apresiasi Penulisan Buku “Pemilu Digital, Jalan Baru bagi Mahasiswa Rantau di D I Yogyakarta”

IMG 20250318 WA0010

Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mengawal proses demokrasi yang bersih, adil, dan berintegritas. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, serta organisasi mahasiswa menjadi kunci dalam memastikan penguatan demokrasi yang lebih substantif dan berkelanjutan.

Menurut KanjengPangeran, demokrasi yang berintegritas tidak hanya bergantung pada regulasi dan mekanisme pemilu, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda.

Data mencatat, terdapat 76 persen mahasiswa sarjana dan diploma tahun 2021 merupakan perantau. Keterlibatan mahasiswa rantau dalam pemilu sangat strategis agar kualitas demokrasi tetap terjaga melalui keterlibatan dalam proses politik yang transparan dan akuntabel.

Sebagai daerah tujuan pendidikan, keberadaan mahasiswa rantau tidak hanya memperkaya dinamika sosial dan intelektual di D.I.Y, tetapi juga memperkuat ekosistem demokrasi melalui partisipasi dalam pemilu , diskusi kebijakan publik, serta pengawasan proses demokrasi.

Namun, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa rantau dalam menyalurkan hak pilih mereka, mulai dari kendala administratif hingga keterbatasan sistem pemilu yang belum sepenuhnya inklusif.

Screning Yosmar Dano sebagai penulis buku, kepada media ini ,Senin (19/03) berharap agar mahasiswa rantau dapat terpenuhi hak politiknya pad pelaksanaan Pemilu dan pemilihan tahun 2029. Selain itu, pemenuhan hak politik mereka dapat mengurangi permasalahan yang selama ini terjadi serta untuk terwujudnya keadilan pemilu bagi seluruh warga NKRI yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih .

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version