“Saya nanti akan ketemu Kadis Pertanian dan Peternakan untuk pendampingan terhadap petani karena ini hal penting, kalau pendampingan bagus kita harap hasil pertanian dan peternakan meningkat,”ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Kupang harusnya serius mengurus sektor pertanian dan peternakan. Jangan bicara soal peningkatan kesejahteraan, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengentasan masalah sosial jika dua sektor ini terbengkalai, tidak serius diurus oleh pemerintah.
Akibat pemerintah tidak serius, petani sulit berkembang terutama soal pengetahuan dan keterampilan, demikian halnya dengan sektor peternakan. Bahwa keahlian dalam pertanian dan peternakan merupakan warisan turun-temurun, belum ada perubahan pola hasil pendampingan.
Warga bertani dan beternak hanya bermodalkan pengetahuan lama, belum ada pembaruan pengetahuan dan skill, hal ini berdampak langsung pada hasil yang diperoleh warga.
“Masalah pemeliharaan ternak sapi, itu masyarakat masih memelihara sapi pakai metode lama dari jaman nenek moyang, mesti ada gagasan baru, ada metode baru. Jangan harap pelihara sapi untuk dapat berat badan bagus kalau masih pakai pola lama, dinas gagal,”bebernya.
Warga seharusnya diberikan edukasi oleh pemerintah melalui Dinas terkait, jangan bicara peningkatan ekonomi kalau pola baru tidak diperkenalkan oleh pemerintah, pola lama harus dirubah dengan pola baru yang lebih menguntungkan bagi petani dan peternak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
