Hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari yang lalu berakibat terjadi banjir sehingga bibir tebing kian tergerus dan jarak longsoran ke gedung sekolah kian dekat jaraknya.
Kondisi demikian kata dia, telah pula dilaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Pemerintah Kecamatan Takari untuk mendapatkan bantuan tanggap darurat, tetapi juga belum ada respon positif.
“saya sudah lapor ke dinas tapi jawabannya hanya memerintahkan saya untuk menjaga keamanan para murid, mereka jangan sampai bermain di bibir tebing,”ujarnya heran.
Dirinya berharap agar pemerintah Kabupaten Kupang segera mungkin melakukan aksi tanggap darurat sebelum kembali terjadi banjir. Jika terus dibiarkan tanpa tindakan, dipastikan gedung SDN Bokong 2 akan ambruk bila terjadi banjir dalam waktu beberapa hari ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
