Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan yang dekat langsung dengan masyarakat kelurahan dan desa agar kedepan dapat memberikan ruang agar kaum disabilitas dapat mengakses fasilitas kesehatan dasar.
Dalam pelatihan tersebut Yayasan Tanpa Batas juga melibatakan penyandang disabilitas memberikan materi, sehingga aspirasi mereka dan harapan mereka dapat disampaikan.
Dengan keterlibatan Puskesmas, tenaga kesehatan dapat mengkompilasi laporan terkait cakupan operasi katarak, cakupan data ganguan penglihatan lain secara flait.
Dengan demikian ada informasi dan pelaporan berjenjang, dari kader kepustu, pustu ke puskesmas, puskesmas ke dinas kesehatan dinas kesehatan ke rumah sakit.
Karena keterbatasan sumber daya tenaga pada YTB sehinggan keterlibatan menjadi wajib karena program ini bukan program YTB akan tetapi program bersama.
Program ini adalah program lintas sektor sejak tahun 2019 pernah didesain bersama dinas kesehatan, bapeda, dinas pendidikan teman – teman disabilitas duduk bersama mendesain program tersebut.
Tahun 2020 program ini Runing disetujui sehingga program ini adalah program bersama, dalam menyelesaiakan persoalan ganguan mata dan disabiltas.
“Jangan merasa terbeban dan terganggu dengan program yang baru ini, akan tetapi mari kita bersama – sama menutaskan persoalan kesehatan yang ada di kabupaten kupang yang kita cintai,”Ujarnya. (Leon).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
