“Kita harap semua bisa tuntas dilayani, nanti dalam jangka waktu sekian hari ketika masyarakat datang dikatakan bahwa uangnya tidak bisa diambil lagi, kita harapkan tidak terjadi demikian karena bukan salah masyarakat. Mereka sudah datang tapi pelayanan tidak berjalan secara baik, kami akan koordinasi dengan kantor pos agar merubah pola pelayanan,”ujarnya.
Banyak juga diantara penerima Bansos yang usianya sudah lansia sehingga antrian panjang akan sangat menyulitkan bagi para lansia. Penyalur Bansos mesti pertimbangkan metode pembagian yang baru.
Terkait pembagian bantuan tanggap darurat diberikan korban bencana banjir di Desa Tuapanaf, Desa Oesusu dan Kelurahan Takari dengan total sebanyak 8 Kepala Keluarga dengan kategori rusak berat dan belum tersentuh bantuan.
Selain Dinas Sosial, bantuan tanggap darurat juga sudah diserahkan oleh BPBD kepada korban bencana kategori rusak ringan dan rusak sedang. Jenis bantuan yang diserahkan yaitu makanan siap saji, makanan anak, kidswear, selimut, popok bayi dan lainnya.
“Bantuan ini sekedarnya saja, kita tidak bisa berikan bantuan dalam jumlah besar dengan harapan bisa membantu meringankan masyarakat yang terdampak,”tandasnya.
Hendra Mooy selaku Pelaksana tugas Camat Takari mengatakan, informasi pembagian Bansos melalui surat dari PT. Pos Indonesia selaku penyalur disampaikan hanya beberapa jam sebelum pelaksanaan. Akibatnya terjadi penumpukan masyarakat serta kelihatan tidak terkoordinasi dengan baik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
