Ia merincikan, dana yang terkumpul dari swadaya masyarakat sekitar belasan juta rupiah yang digunakan untuk membeli 165 sak semen. Sementara untuk material lokal diambil langsung dari kali Noenoni.
Menurutnya, jalan ini merupakan jalan alternatif paling dekat menuju ibukota Kabupaten Kupang maupun Kota Kupang.
“Desa Tanini menanggung biaya sebesar sebelas juta lebih dan dua desa tetangga menyumbang sebesar tiga juta lima ratus ribu. Ini murni Swadaya masyarakat dan pemilik armada yang ada di wilayah kami ,”Ungkapnya.
Selama musim hujan, masyarakat memasarkan hasil bumi dan hasil pertanian melewati poros utama yang menghubungkan Kecamatan Takari. Akses jalan yang dikerjakan untuk memudahkan perjalanan dan meringankan biaya transportasi.
Pembagian pekerjaan kata dia, Desa Tanini yang terdiri dari 5 dusun dengan tanggungjawab masing-masing dusun sepanjang 10 meter, dua desa lain pun sama diberikan tanggungjawab sepanjang 20 meter.
Dirinya sadar bahwa wilayah Kabupaten Kupang sangat luas, lebih baik memulai pekerjaan walaupun secara swadaya sambil menunggu perhatian Pemerintah Kabupaten Kupang.
“Kami sadar bahwa kami juga adalah aparat pemerintah, kami tidak akan tinggal diam, kami akan berusaha keras memperbaiki infrastruktur jalan,”Tandasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
