KUPANG, KI – Hasil bumi berupa pasir, kerikil dan batu melimpah di Kecamatan Takari. Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) ini menjadi surganya para taipan . Dengan mengeruk hasil bumi ternyata telah membuat pengusaha semakin kaya sedangkan rakyat hanyalah penikmat lumpur dan debu.
Penelusuran media langsung ke lokasi tambang pada Sabtu (09/05), ditemukan bahwa khususnya di Dusun Niskolen Desa Tuapanaf Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang-NTT, terdapat lebih dari dua pengusaha tambang yang memiliki ijin usaha produksi dan sedang beroperasi dilokasi tersebut.
Hendak menuju lokasi tambang di Dusun Niskolen, jarak yang harus ditempuh kurang lebih sejauh 10 kilometer dengan kondisi jalan yang berbatu dan berdebu.
Memasuki lokasi tambang yang dikuasai oleh pengusaha tertentu, ditemukan tumpukan kerikil sisa pencucian pasir dalam jumlah yang diperkirakan mencapai ribuan bahkan jutaan meter kubik sengaja dibuang disepanjang kali.
Tumpukan kerikil diketahui merupakan sisa washing and screening dimana pasir disemprot dengan air bertekanan tinggi sambil disaring menggunakan vibrating screen (ayakan getar) untuk memisahkan ukuran butiran sekaligus meluruhkan lumpur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
