“Sesuai laporan, plafon diperkirakan roboh sekitar sini hari (tanggal 10 Januari 2024-red), tadi pagi setelah guru-guru buka Rungan untuk anak-anak belajar ternyata plafon dua ruangan sudah roboh sehingga saya dilaporkan dan saya bersama staf langsung ke lokasi,”bebernya.
Mahar ora mengisahkan, saat berada dalam satu ruangan kelas, tiba-tiba saja plafon satu ruangan semuanya roboh dan nyaris dirinya tertimpa plafon gypsum yang roboh.
Selaku pimpinan wilayah di Kecamatan Amarasi, dirinya menugaskan Kepala SD Negeri Huko’u untuk segera membuat laporan tertulis tentang kerusakan disertai foto-foto untuk diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Kondisi tiga ruang kelas kata Maher Ora akan menghambat proses belajar mengajar, jika hal ini terus dibiarkan maka para muridlah yang dirugikan. Dinas terkait diminta segera mengambil langkah agar para murid tidak dikorbankan.
Sesuai pantauan media di lokasi, Rabu (10/01/2024) siang, walau dikerjakan sejak tahun 2022 namun faktanya pekerjaan belum 100 persen rampung. Masih terdapat beberapa pekerjaan yang belum selesai sementara pelaksananya sudah tidak berada di lokasi. (Jessy)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
