“Program yang mau dibiayai dengan DAK, locus pun tidak bisa dipindahkan ke mana-mana, locus saja tidak bisa apalagi anggaran dana karena itu saya minta Pak Kepala Dinas bertanggungjawab cari tahu dimana dana sisa berada dan selesaikan itu bangunan supaya asas manfaat bisa berlaku,”Ujarnya.
Fakta yang ditemukan di lapangan dan sesuai pengakuan masyarakat bahwa empat unit gedung itu menjadi rumah hantu dan arwah gentayangan di malam hari serta menjadi kandang kambing di siang hari.
Lembaga DPRD kata dia akan membawa persoalan ini pada saat sidang paripurna DPRD dengan agenda membahas LKPJ Bupati Kupang yang akan segera digelar pekan depan.
Diberitakan sebelumnya, Pembangunan empat gedung yang rencananya akan digunakan sebagai rumah sakit mini di Desa Oelnaineno Kecamatan Takari tidak selesai dikerjakan alias mangkrak dan kini jadi rumah hantu.
Warga Desa Oelnaineno mengaku sering diganggu arwah gentayangan saat melewati gedung itu pada malam hari.
Onisimus Tobmuti, Kepala Dusun III Tiluntob Desa Oelnaineno, Senin (18/04/2022) di Oelnaineno mengatakan, empat buah gedung yang dibangun oleh Dinas Kesehatan sekitar tahun 2017 tidak selesai dikerjakan oleh kontraktor pelaksana.
Empat buah gedung yang rencananya akan digunakan sebagai rumah sakit mini itu tidak selesai dikerjakan dan ditinggal pergi oleh kontraktor pelaksana pekerjaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
