Daerah  

Dari Perbatasan untuk Nusantara: Tenun Ikat Belu Pukau Panggung ‘Persit Bisa 2’ di Balai Kartini

Reporter : Tim Editor: Redaksi
IMG 20260430 WA0004

JAKARTA, KI  – Pesona wastra Nusantara dari ufuk timur Indonesia resmi menggebrak Ibu Kota. Tenun ikat khas Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu primadona dalam ajang bergengsi Persit Bisa 2 yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, pada 7-9 Mei 2026.

Membawa semangat dari bumi perbatasan, karya-karya ini bukan sekadar kain, melainkan representasi kekuatan dan keanggunan perempuan Timor yang kini siap merambah pasar nasional hingga internasional.

Salah satu daya tarik utama yang diperkenalkan adalah motif Dikur (bahasa daerah untuk Tanduk) dan motif khas Suku Kemak. Motif ini memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan jati diri masyarakat Atambua.

“Motif Dikur melambangkan kekuatan, ketangkasan, serta pertahanan yang kokoh di wilayah perbatasan Indonesia Timur. Ini adalah simbol ketangguhan kami di garda terdepan nusantara,” ungkap perwakilan pengrajin.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com

+ Gabung

Exit mobile version