Tak hanya bicara soal kekuatan, koleksi ini juga menampilkan sisi lembut melalui motif Robamiki. Motif ini secara khusus diciptakan untuk menggambarkan kecantikan dan keanggunan seorang wanita yang ramping. Penggunaan tenun Robamiki diyakini mampu memancarkan aura elegan bagi setiap perempuan yang memakainya, memadukan tradisi dengan selera mode modern.
Kehadiran tenun Belu di ajang ini tak lepas dari dedikasi Ny. Cileberte Bete Mau, anggota Persit KCK Cabang XVI Dim 1605 Belu. Dengan memanfaatkan bahan dan sumber daya alam dari lingkungan sekitar, ia sukses membawa warisan budaya lokal ke panggung yang lebih luas.
Pelestarian Budaya: Menjaga agar motif kuno tetap relevan bagi generasi muda. Kesejahteraan Lokal: Memberdayakan perajin di Kabupaten Belu untuk meningkatkan taraf ekonomi melalui karya kreatif.
Inovasi Pasar: Menyesuaikan produk tenun agar mampu bersaing di pasar modern maupun internasional tanpa menghilangkan nilai autentiknya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
