Oelamasi, KI – Yosef Lede Bupati Kabupaten Kupang terpilih kritisi proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK ) yang dinilai sarat kepentingan politik.
“Saya melihat ada indikasi rekayasa yang dilakukan untuk kepentingan tertentu. Jika ini terus dibiarkan, masa depan tenaga kontrak di Kabupaten Kupang akan semakin suram,” ujar Yosef Lede, Rabu (08/01) malam di Sekretariat Pemenangan GEMOY.
Ketua DPRD Periode 2014 – 2019 ini mencurigai ada permainan untuk kepentingan politik segelintir oknum sehingga membuat para tenaga honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun terpaksa meradang.
Indikasi permainan segelintir orang itu kata Yosef Lede terjadi di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kupang.
BKPSDM dibawah kendali Dina A. Masneno sebagai Kepala Badan sejatinya harus memprioritaskan honorer yang bertahun-tahun telah mengabdi disesuaikan dengan kebutuhan formasi masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun, yang terjadi justru sebaliknya, di mana peluang dibuka bagi pelamar baru tanpa mempertimbangkan honorer senior yang telah mengabdi puluhan tahun. Akibatnya terjadi aksi protes sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap proses seleksi PPPK.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
