Petugas lapangan Jaya Konstruksi Adi Seda saat di mintai keterangannya mengatakan, kegiatan pengerukan ini adalah permintaan dari BPJN NTT untuk mengantisipasi terjadinya banjir.
“Awal nya kami menurunkan 1 unit eksavator namun dalam proses kami mengalami kendala ketebalan lumpur yang menghambat pekerjaan sehingga kami menambah 1 unit lagi,”jelasnya.
Proses pengerukan yang di kerjakan pada 2 sisi jembatan tersebut juga terhambat oleh adanya pipa air PDAM dan pipa fiber optik hingga kabel jaringan PLN.
“Pekerjaan akan kami lanjutkan dengan akan menerjunkan 1 unit eksavator kecil (beco) agar mobilitasnya lebih baik,”ujar Adi.
Peter Pakh warga Desa Tanah Merah menyampaikan apresiasi dan rasa ucapan terima kasih kepada pihak BPJN untuk kepedulian kepada masyarakat yang selama bertahun tahun tidak pernah ada tindakan nyata dari Pemkab.
Ia menegaskan jika di lokasi ini selalu menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba.
“Saya berharap Pemerintah bisa membuat jembatan lebih tinggi dan kali di perlebar lagi agar tidak ada lagi banjir di lokasi yang sama nanti,”ungkapnya. (Him)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
