Menurutnya, tingginya kebutuhan hewan kurban seharusnya bisa terpenuhi jikalau kapal pengiriman siap melayani pengiriman antar pulau. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya disaat harga pengiriman sedang normal namun beberapa armada kapal ditarik melayani wilayah lainnya.
Kondisi ini kata dia, disinyalir terjadi sebagai bentuk ketidakadilan pengiriman oleh pengusaha di Provinsi NTB disaat harga sapi sedang tinggi. Hal ini berakibat pengusaha di NTT terpaksa merugi.
Sementara itu, Ketua HP2SK Tono Sufari Sutami menegaskan, perjuangan HP2SK ini sebagian bentuk tanggungjawab untuk memperjuangkan kepentingan seluruh pengusaha dan peternak di NTT.
“Bagaimanapun tetap kita harus berjuang demi kepentingan bersama anggota HP2SK,”ujar Tono Sufari Sutami.
Dikatakannya, kendala tersebut diatas selalu terjadi setiap tahun dan hingga kini belum dapat terurai oleh pemerintah. Dirinya menegaskan juga terkait dengan proses perijinan oleh Dinas Peternakan di daerah yang kerap kali dipersulit.
Ketua Umum HP2SK ini menegaskan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI dapat mencarikan solusi agar proses pengiriman ternak sapi dikala Idul Adha bisa lancar seperri hari-hari biasanya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan mengatakan segera akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan sebagai mitra kerja komisi IV.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Kabar-Independen.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
